FAKTA !! MELAYU DAP HARUS BACA DAN TAHU : Kisah Cinta PAP , DAP dengan Israel ( 2 )


Oleh rmf

Angakatan Darat mereka 50.000 pasukan, tidak terlalu banyak. Angkatan Laut 4.500 dan Angakat Udara 6.000. Tapi yang menarik adalah, Singapura memiliki Forces Abroad, pasukan-pasukan yang ditempatkan di luar negeri. Bukan pasukan untuk misi internasional, tapi pasukan Singapura sendiri, kebanyakan adalah Angkatan Udara.

Singapura menempatkan pasukannya di Prancis, Australia, Brunei, Afrika Selatan, Taiwan, Thailand dan Amerika. Itu semua terdiri dari pesawat tempur, pesawat pengintai tanpa awak sampai pesawat pengisi bahan bakar di udara yang kebanyakan di parkir di Amerika. Untuk melakukan serangan pre-emptive strike, Singapura hanya perlu waktu kurang dari 30 menit saja.

Didikan Israel yang sangat disiplin memang menghasilkan kekuatan yang bukan main. Salah satu disiplin yang mereka diterapkan Israel pada para kadet Singapura adalah bangun pukul 5.30 untuk memulai aktivitasnya. Bahkan salah seorang kadet pernah membantah dan memberikan alasan kepada kolonel Golan dengan mengatakan, “Kolonel Golan, orang-orang Arab tidak ada di sini dan tidak akan menduduki kepala kita. Mengapa kita melakukan latihan segila ini?”[3]

Dan menjawab komplain para kadet itu, Goh Keng Swee memerintahkan para kadet itu untuk melakukan apa yang diperintahkan Kolonel Golan, jika tidak, mereka akan melakukannya lebih berat lagi. Hanya dalam setahun, latihan yang dibangun oleh Israel ini telah menghasilkan 200 komandan militer yang terlatih.

Selain kekuatan militer darat, Israel juga merancang strategi combating water bagi Singapura. Pada awalnya, mereka membuat sebuah sampan yang mampu mengangkut 10 sampai 15 anggota pasukan untuk patroli laut bahkan ke rawa-rawa. Kekuatan tempur laut yang dibangun oleh Israel memang disiapkan untuk menghadapi negara-negara maritim seperti Indonesia dan Malaysia.

Singapura menyimpan kejutan tersendiri tentang perkembangan militernya ini. Pada peringatan kemerdekaan, 9 Agustus 1969, dalam parade militer para undangan dikejutkan dengan pameran kekuatan Singapura. Termasuk Menteri Pertahanan Malaysia yang diundang untuk menyaksikan 30 tank buatan Israel yang berparade merayap di jalanan. “Sungguh moment yang dramatis,” ujar Lee mengenang saat itu.

Dan sejak itu pula, terbuka secara umum hubungan Israel dan Singapura. Dan setelah itu berikutnya adalah balas jasa yang harus diberikan Singapura pada Israel. Pada sidang umum PBB tahun 1967, negara-negara Arab mensponsori resolusi untuk menveto Israel. Tapi delegasi Singapura yang hadir pada waktu itu menyatakan diri abstain sebagai tanda satu barisan dengan Israel. Selanjutnya, pada tahun Oktober 1968, Lee Kuan Yew menyetujui pembukaan perwakilan dagang Israel di negara tersebut. Setahun berikutnya, secara resmi tahun Mei 1969, Lee memberikan izin pada Israel untuk membuka kedutaannya di Singapura.

Kekuatan militer Singapura ini terus meningkat dengan tajam. Pada sidang parlemen Singapura tahun 1999 terkuak sebuah informasi, bahwa negara ini menghabiskan sekitar 7,27 milyar dolar dalam setahun, atau sekitar 25% dari anggaran belanja negara untuk alokasi pertahanan. Dan pada tahun 2000, menurut laporan Asian Defense Journal, tak kurang Singapura memiliki empat F-16B, 10 F-16D fighters, 36 F-5C fighters, dan delapan F-5T fighters.

Bahkan saking unggulnya kekuatan Singapura yang dibangun oleh Israel ini, sampai-sampai Lee Kuan Yew membanggakan militernya jauh lebih efektif dari militer Amerika. Soal keamanan, menurut Lee Kuan Yew, Israel jauh lebih efektif dan hebat dibanding Amerika. Lee membandingkan kerja Israel di Singapura dan kerja Amerika di Vietnam. Pada Perang Vietnam Amerika tak kurang mengirimkan 3.000 sampai 6.000 ahli militernya ke Vietnam Selatan untuk membantu Presiden Ngo Dinh Diem yang menjadi kaki tangannya Paman Sam. Hasilnya? Amerika dan kaki tangannya tetap tak bisa menang di Vietnam. Tapi dengan Singapura, Israel hanya mengirimkan sekitar 18 perwira-perwiranya untuk membangun angkatan bersenjata negara muda ini begitu kuat.

Sejak saat itu berbagai kerjasama dalam jumlah besar tak hanya dalam bidang militer dan pertahanan, tapi juga ekonomi dan politik telah terjadi antara Israel dang Singapura. Dan tentu saja, pada tataran ekonomi dan politik, kekuatan Israel di Singapura telah pula merangsek negara-negara Muslim seperti Malaysia, Brunei dan Indonesia.

Tahun 2000 lalu, Israel, Singapura yang difasilitasi oleh Amerika Serikat meneken kontrak kerjasama dalam bidang satelit mata-mata senilai satu milyar dolar Amerika. Bisa jadi, tak sejengkal pun wilayah, khususnya area-area Muslim di Asia Tenggara lolos dari perhatian Israel.

Atas nasihat Israel pula kini Singapura punya interest yang kuat dalam perdagangan dan kerjasama yang dibentuknya untuk empat hal. Empat hal tersebut adalah di bidang Komando, Kontrol, Komunikasi dan Intelijen. Dan kini, lewat doktrin ini pula Singapura tak melepaskan kesempatan emas untuk membeli Indosat dari Indonesia dan juga perusahaan telekomunikasi Thailand.

Akankah Singapura dengan Israel di belakangnya kelak menjadi ancaman bagi negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, Filipina dan Thailand yang notabene bisa disebut representasi negara Muslim? Jika kelak terbukti Singapura adalah ancaman, sesungguhnya tak mengherankan, sebab kini banyak signal dan indikasi yang menyebutkan.

***

Singapura pada zaman Singasari kita sebut sebagai Tumasik. Sebuah negara nir sumber daya alam dan kekayaan bumi. Mula dirintis oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada awal abad 19, tepatnya 1819. Raffles tahu, secara geografis Tumasik menjadi perlintasan dagang internasional. Dan ia mulai menyewanya dari seorang pangeran Melayu.

Tahun berjalan, zaman berganti. Pada tahun 1942 tentang Dai Nippon mengalahkan sekutu di beberapa wilayah Asia, termasuk Indonesia, Malaysia, Kalimantan Utara (kini Brunei, red). Jepang masuk ke Singapura pada 12 April 1942 dan mengganti namanya dengan Syonan, yang artinya Cahaya dari Selatan. Penamaan ini berkaitan pula dengan posisi strategis yang dimiliki Singapura. Tapi Jepang tak lama memegang kemenangan yang telah diraihnya.

Setelah direbut kembali oleh Inggris, Singapura menjadi sebuah pulau tambang uang untuk melunasi hutang-hutang Inggris. Tak hanya Singapura tepatnya, Malaysia dan Brunei pun terkeruk juga untuk melunasi utang yang diakibatkan perjanjian Lend and Lease Act, perjanjian pembayaran sewa alat-alat perang pada Amerika. Tentang hal itu bisa dibaca di buku The Genesis of Malaysia Konfrontasi: Brunei and Indonesia 1945 – 1965 karya Greg Poulgrain.

Roda zaman terus bergulir dan Singapura pun menjadi negara mandiri setelah melepaskan diri dengan Malaysia pada tahun 1965. Negara yang hanya memiliki garis pantai 150.5 kilo meter ini pelan tapi pasti menjadi negara yang berbeda dengan negara-negara di Asia Tenggara umumnya. Baik secara demografis, maupun sejara finansial. Secara demografis, etnis Cina menjadi mayoritas di negara ini dengan jumlah kurang lebih 75 persen dari total penduduk 3 juta. Sisanya 25 persen dibagi-bagi beberapa etnis, Melayu, Tamil dan juga India.

Secara finansial, karena tidak memiliki sumber daya alam satu pun, orientasi ekonomi Singapura sejak awal mengarah pada industri jasa. Profit oriented inilah yang membuat Singapura membuka dirinya bagi siapa saja, yang ingin menanamkan modal dan bekerjasama. Termasuk Israel dan Amerika.

Singapura menjadikan Israel sebagai negara model yang akan ia tiru dalam bidang keamanan dan pertahanan. Dan Switzerland sebagai model di bidang kemajuan ekonomi. Singapura dan Israel nyaris sama dalam masalah keamanan. Israel adalah negara kecil (merebut tanah dan berusaha menjadi negara tepatnya) di tengah-tengah komunitas Arab Timur Tengah. Israel adalah masyarakat Yahudi yang dikepung orang-orang Arab. Sedangkan Singapura merasa dirinya begitu pula, negara kecil dengan mayoritas etnis Cina yang hidup di kawasan Asia Tenggara dengan etnis mayoritas Melayu Muslim pula.

Di poin terakhir inilah (tentang mayoritas Muslim Melayu), kepentingan Israel, Amerika dan Singapura bertemu, melakukan simbiosis mutualisme.

Sebetulnya tak ada yang salah jika Singapura mengeruk keuntungan dari kerjasamanya dengan Israel dan Amerika. Memang tak ada yang salah, selama proses dan pencapaian tidak mengorbankan, melindas, melibas dan melakukan intrik politik yang tidak sehat. Tapi dalam kasus ini tampaknya memang ada yang salah. Dalam masa-masa kemerdekaan Indonesia, nama Singapura bukan barang baru dalam kosakata intelijen internasional, terutama intelijen Amerika dan Inggris. Lewat Singapura beberapa rencana menghalangi Indonesia merdeka pernah dirilis oleh Kerajaan Inggris.

Dalam sebuah buku yang terbit di London, pada tahun 1961 yang berjudul Rebels in Paradise: Indonesia Civil War, James Mossman menuliskan, “Bukan rahasia lagi bahwa Inggris dan Amerika Serikat selalu berhubungan dengan kaum pemberontak. Inggris melakukan kontak lewat agennya di Singapura dan Malaysia, dan Amerika lewat Formosa dan Manila.”[4]

Dalam buku The Genesis of Malaysia Konfrontasi: Brunei and Indonesia 1945 – 1965 karya Greg Poulgrain Anda akan menemui banyak data. Inggris tak mau kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia menginspirasi negara-negara jajahannya yang berbatasan langsung dengan Indonesia seperti Malaysia dan Brunei. Karena tak rela kehilangan tambang uang inilah Inggris melakukan beberapa provokasi langsung di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Riau. Pada tahun 1964 saja tercatat 213 provokasi yang dilancarkan pihak Inggris di beberapa wilayah tersebut di atas.

Tentang keterlibatan Singapura, Audrey R. Kahin dan George McTurnan Kahin dalam Subversion as Foreign Policy. The Secret Eisenhower and Dulles Debacle in Indonesia[5] menyebut Singapura sebagai sentral kendali di Asia Tenggara. “Singapura juga salah satu pusat pengendalian kekuasaan regional baik dengan intelijen maupun dengan pemasokan senjata dan serdadu.”

Konstalasi foreign relation yang semula Inggris, Amerika, dan Singapura kini sudah berganti. Amerika, Israel dan Singapura adalah formasi terbaru. Maka tak berlebihan jika Singapura disebut satelit, bahkan kepanjangan tangan Israel di Asia Tenggara.

Maka jika kita dapati rencana pembangunan jambatan baru yang menghubungkan Malaysia-Singapura lebih banyak menguntungkan Singapura, itu bukan lain termasuk dari strategi yang telah dirancang jauh-jauh hari. Dan lewat kisah di atas, kita semua tahu darimana Singapura mendapatkan rancangannya dalam strategi pertahanan, baik militer, politik dan juga ekonomi. Dan Malaysia, sebagai negeri Muslim yang besar, harus senantiasa waspada dengan semua rencana Singapura. Sebab, kepentingan Israel selalu berdiri di belakang negeri kecil ini. Waspadalah!

Herry NurdiIndonesian Muslim Journalist
[1] Memoirs of Lee Kuan Yew, From Third World to First. The Singapore Story: 1965-2001. Singapore Press Holdings, 2000
[2] Amnon Barzilai, A Deep, Dark, Secret Love Affair. Ha’aretz
[3] Ibid
[4] James Mossman, Rebels in Paradise: Indonesia Civil War. London, 1961
[5] Diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul: Subversi Sebagai Politik Luar Negeri. Menyingkap Keterlibatan CIA di Indonesia. Pustaka Utama Grafiti, 1997

SUMBER : Sasterawan Azizi Hj Abdullah

http://aziziabdullah.wordpress.com/2007/10/12/cinta-rahasia-israel-singapura/#more-50

This entry was posted in DAP dengan Israel ( 2 ) and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s